STOP BERCANDA

Dengan berjalannya waktu dan mulai sadar, hidup itu tidak selalu berjalan mulus. Terlalu focus dengan soal pribadi dan tidak memperdulikan orang lain, Sampai-sampai lupa mengoreksi diri sendiri. Diri ini tidak sadar setelah melakukan sebuah kesalahan yang dianggap sebagai lelucon, tetapi tidak untuk orang orang sekitar. Tidak banyak orang yang bisa menerima itu, hanya orang terdekatlah yang dapat memahami itu. 


Seperti yang telah di alami oleh Yasmin, Yasmin bisa dibilang anak yang suka bercanda dan suka sekali membuat lawakan. Tetapi di suatu ketika candaan Yasmin tidak bisa di toleransi oleh teman-temannya dan candaan Yasmin membuat teman teman Yasmin memusuhi Yasmin. “ kenapa ya ada orang yang kerjanya tukang gali sumur, kayak gak ada kerjaan gak siii” ucap Yasmin. “ heh kok kamu ngomong gitu sih, ayahku tuh kerjanya serabutan dan kadang kadang kalo disuru gali sumur ayahku mau kok, ngapain nyesel lagian di bayar” ucap teman Yasmin yang bernama Hania. “ oh maaf aku gak tau han, niat ku bercanda juga” kata Yasmin. “Tapi candaanmu gak lucu min, nyakitin malahan” ucap Hania”. “Yaudah maaf maaf banget ya, janji gak aku ulangin lagi” ucap Yasmin. “Aku menata hati dulu” ucap Hania sambil pergi. “ Lain kali kalo bercanda jangan bawa bawa pekerjaan ya min, gak semua orang bekerja kantoran,PNS, dan lain lain. Kamu harus minta maaf sama Hania sampe dia maafin kamu” kata teman teman Hania. “Iya aku gak gitu lagi, merasa bersalah banget ini, yaudah aku ke Hania dulu ya. Kata Yasmin. 


Setelah selang waktu beberapa jam Hania sudah memaafkan Yasmin dan akhirnya mereka akur kembali. Saat melakukan kesalahan jangan lupa meminta maaf, karena berani meminta maaf merupakan langkah awal untuk mendapatkan jati diri untuk menjadi kepribadian yang lebih baik. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KECEWA

BERAWAL DARI SEBLAK

KENANGAN